News Pelaihari — Konferensi Cabang (Konfercab) ke-XIII Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Tanah Laut telah menetapkan kepengurusan baru periode 2025–2026. Salah satu figur penting dalam perubahan ini adalah Nisnina Safitri (nama panggilan Nisrina), yang kini masuk ke kepengurusan tingkat provinsi sebagai Bendahara Umum Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Kalimantan Selatan.

Sebelumnya, Nisnina menjabat sebagai Ketua PC PMII Tanah Laut. Dengan pengalamannya di tingkat cabang, banyak harapan yang kini ditujukan padanya agar kepengurusan baru membawa angin segar untuk organisasi PMII di Tanahlaut.
Baca Juga : Ingin Jaga Kebugaran Badan, Perempuan Asal Jakarta tak Ragu Ikut Borneo Berlari 2025 Sendirian
Harapan Nisrina untuk Kepengurusan Baru
Dalam pidato setelah terpilih dalam Konfercab, Nisrina menyampaikan beberapa harapan agar pengurus baru PMII Tanahlaut bisa:
-
Lebih progresif dalam menyuarakan aspirasi mahasiswa dan masyarakat, termasuk isu-isu lokal dan kebijakan publik.
-
Kondusif dalam internal organisasi, menjaga solidaritas antar kader dan menjalin komunikasi yang sehat dan terbuka antar pengurus baru.
-
Tetap kritis dan solutif, bukan hanya kritik untuk kontroversi, melainkan kritik yang membangun dan menawarkan alternatif solusi demi kemajuan Tanah Laut. Baca kabar
Nisrina juga berharap agar kepengurusan baru mengambil yang terbaik dari kepengurusan sebelumnya, memperbaiki kekurangan, serta melanjutkan hal-hal yang sudah positif.
Agenda Utama & Fokus Program
Beberapa agenda dan area fokus yang disoroti Nisrina dan pengurus yang baru adalah:
-
Peningkatan kapasitas kader lewat pelatihan dan program-program kepemimpinan agar mampu menghadapi tantangan di era modern.
-
Penguatan hubungan eksternal dengan stakeholder di daerah: pemerintah daerah, tokoh masyarakat, lembaga pendidikan, agar suara PMII lebih diperhitungkan.
-
Partisipasi dalam dialog kebangsaan dan isu-isu sosial seperti toleransi, pemberdayaan pemuda, pendidikan, lingkungan. Dalam Konfercab, dialog kebangsaan juga menjadi bagian penting.
-
Transparansi manajemen organisasi agar semua keputusan dan kegiatan pengurus baru diketahui oleh seluruh anggota PMII Tanah Laut serta publik yang lebih luas.
Tantangan & Peluang
Tantangan:
-
Mempertahankan semangat regenerasi dan idealisme dalam lingkungan yang mungkin penuh tekanan politik dan sosial.
-
Mengelola perbedaan pendapat di antara kader agar tidak menjadi konflik, melainkan sebagai bahan diskusi konstruktif.
-
Sumber daya (waktu, dana, fasilitas) untuk menjalankan program-program ambisius seperti pelatihan dan keterlibatan masyarakat.
Peluang:
-
Posisi Nisrina yang sekarang di tingkat provinsi memungkinkan jaringan yang lebih luas dan akses ke program yang lebih besar.
-
Reputasi baik dari kepengurusan lama dapat menjadi modal untuk membangun kepercayaan anggota dan masyarakat.
-
Momentum sosial politik di Kalsel yang mendorong pemuda aktif berkontribusi dalam pembangunan daerah bisa dimanfaatkan.
Kesimpulan
Masuknya Nisrina Safitri ke dalam kepengurusan provinsi PMII Kalsel membawa harapan baru bagi PMII Tanahlaut: agar lebih progresif, kondusif, kritis namun konstruktif. Tugas tidak mudah, karena dibutuhkan usaha nyata dari pengurus baru untuk menunjukkan perbedaan yang lebih positif dibanding masa sebelumnya. Bila visi dan harapan ini dijalankan konsisten, PMII Tanahlaut memiliki peluang besar menjadi kekuatan perubahan sosial dan intelektual di Tanah Laut dan Kalimantan Selatan.










