News Pelaihari – Suasana salah satu desa di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, mendadak heboh setelah warga menggerebek sepasang kekasih yang diduga oknum pegawai pemerintah sedang berduaan di sebuah rumah kontrakan. Penggerebekan terjadi pada Selasa (22/10/2025) malam, setelah warga mengaku sudah lama memantau aktivitas keduanya yang dinilai mencurigakan.

Pasangan tersebut masing-masing berinisial AR dan NR, keduanya diketahui bekerja sebagai pegawai di salah satu instansi pemerintahan di wilayah Tanah Laut. Warga setempat mengaku geram karena hubungan keduanya disebut telah berlangsung cukup lama, meski masing-masing sudah memiliki keluarga.
Baca Juga : Mobil Honda Civic Masuk Drainase di Tibung HSS, Dua Orang Dilarikan ke RS
Menurut keterangan salah satu warga, gerak-gerik mereka sudah lama menimbulkan kecurigaan. Beberapa kali warga melihat AR sering datang ke rumah kontrakan NR pada malam hari. Setelah berkoordinasi dengan aparat desa, warga pun memutuskan untuk melakukan penggerebekan.
“Kami tidak mau menuduh sembarangan, tapi karena sudah terlalu sering dan meresahkan warga, akhirnya kami tangkap basah,” ujar salah seorang warga yang enggan disebut namanya.
Kades: Warga Bertindak Setelah Bukti Kuat
Kepala Desa setempat, Rahman Hadi, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyebut penggerebekan dilakukan spontan oleh warga setelah mengantongi bukti kuat atas dugaan hubungan terlarang yang dilakukan pasangan tersebut.
Menurut Rahman, pihaknya telah berusaha menenangkan warga agar situasi tidak memanas. Setelah kejadian, keduanya langsung diamankan sementara di rumah kepala dusun sebelum kemudian diserahkan kepada pihak berwenang untuk proses lebih lanjut.
“Kami sebagai pemerintah desa hanya memfasilitasi agar kejadian tidak meluas dan tetap kondusif. Ini masalah pribadi, tapi karena sudah menimbulkan keresahan, warga akhirnya bereaksi,” kata Rahman.
Ia menegaskan bahwa pihak desa akan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak instansi tempat keduanya bekerja untuk menindak sesuai aturan kepegawaian yang berlaku.
Pemerintah Diminta Ambil Sikap Tegas
Kasus dugaan perselingkuhan dua oknum pegawai negeri ini menimbulkan kehebohan di masyarakat Tanah Laut. Banyak warga berharap pemerintah daerah bersikap tegas agar peristiwa serupa tidak terulang.
Beberapa tokoh masyarakat menilai bahwa sebagai aparatur pemerintah, seharusnya mereka bisa menjadi contoh yang baik bagi masyarakat, bukan justru menodai nama baik institusi.
“Mereka itu pegawai negeri, seharusnya menjaga kehormatan dan etika. Kalau benar terbukti, harus ada sanksi agar menjadi pelajaran bagi yang lain,” ujar salah satu tokoh masyarakat.
Proses Hukum dan Etik Menunggu
Hingga kini, kasus tersebut telah ditangani oleh aparat kepolisian setempat untuk memastikan tidak ada pelanggaran hukum yang terjadi dalam penggerebekan tersebut. Sementara itu, pihak instansi tempat keduanya bekerja juga dikabarkan tengah melakukan pemeriksaan internal.
Pemerintah desa mengimbau agar masyarakat tidak lagi menyebarkan foto atau video kejadian itu di media sosial, demi menjaga privasi dan menghindari fitnah.
“Kami minta warga menahan diri, biarkan aparat yang memproses. Kita jaga nama baik desa,” tutup Kades Rahman.