News Pelaihari – Kabupaten Tanah Laut, tepatnya di Pelaihari, akan menjadi pusat perhatian generasi muda Kalimantan Selatan pada gelaran Jambore Pemuda Kalsel 2025. Kegiatan yang melibatkan ratusan peserta dari seluruh kabupaten/kota tersebut digelar sebagai wadah kolaborasi, diskusi, dan penyusunan gagasan konkrit untuk pembangunan kepemudaan di daerah.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menegaskan bahwa agenda ini bukan sekadar ajang berkumpul, tetapi momentum untuk menyiapkan generasi muda yang mampu menjawab tantangan zaman. “Jambore Pemuda tahun ini kami konsep lebih visioner, karena kami ingin melahirkan rumusan nyata bagi pembangunan pemuda Kalsel,” ujar Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kalsel.
Baca Juga : Kalsel Innovation Award 2025, Gubernur Komitmen terhadap Budaya Inovasi
Rangkaian Kegiatan: Dari Diskusi hingga Aksi Komunitas
Jambore Pemuda Kalsel 2025 akan diisi beragam kegiatan edukatif dan inspiratif. Mulai dari dialog publik, forum ide pemuda, pameran inovasi komunitas, hingga aksi sosial yang menyasar sektor lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
Menurut panitia, peserta tidak hanya diberi ruang untuk menyampaikan gagasan, tetapi juga dilatih untuk merancang solusi yang aplikatif. “Kita dorong agar setiap kelompok peserta menghasilkan rekomendasi program yang bisa ditindaklanjuti pemerintah daerah maupun organisasi kepemudaan,” jelas salah satu koordinator acara.
Selain itu, acara ini menghadirkan tokoh nasional hingga pelaku industri kreatif sebagai pembicara. Mereka akan berbagi pengalaman mengenai kepemimpinan, kewirausahaan pemuda, teknologi digital, serta transformasi sosial yang sedang berlangsung di Indonesia.
Merumuskan Solusi untuk Pembangunan Pemuda
Salah satu agenda utama Jambore Pemuda 2025 adalah Youth Policy Roundtable, forum perumusan solusi untuk isu strategis pemuda Kalsel. Peserta akan membahas empat fokus utama: pendidikan dan literasi digital, kewirausahaan, pembangunan karakter, serta partisipasi pemuda dalam pembangunan daerah.
“Forum ini dirancang untuk menghasilkan dokumen rekomendasi yang langsung diserahkan kepada pemerintah provinsi. Jadi, suara pemuda tidak hanya didengar, tetapi menjadi dasar kebijakan,” ujar Kepala Bidang Kepemudaan.
Para peserta nantinya akan dibagi dalam kelompok tematik untuk menyusun analisis masalah, merancang program, dan mengusulkan strategi implementasi. Hasil pembahasan akan dipresentasikan pada sesi pleno penutupan.
Dampak Jangka Panjang bagi Daerah
Pemkab Tanah Laut menyambut baik penunjukan Pelaihari sebagai tuan rumah, karena kegiatan ini diyakini memberikan dampak ekonomi dan sosial yang signifikan. Mulai dari peningkatan kunjungan peserta, geliat sektor UMKM lokal, hingga terciptanya ruang kolaborasi antarorganisasi pemuda.
Bupati Tanah Laut menyatakan bahwa pembangunan pemuda merupakan investasi jangka panjang daerah. “Melalui Jambore Pemuda, kami berharap lahir generasi yang lebih kreatif, inovatif, dan berdaya saing. Ini bukan sekadar acara tahunan, tetapi langkah nyata memajukan kualitas SDM,” ujarnya.
Dengan rangkaian agenda yang terstruktur dan fokus pada hasil, Jambore Pemuda Kalsel 2025 di Pelaihari diharapkan menjadi tonggak penting dalam mengakselerasi pembangunan generasi muda Kalimantan Selatan, sekaligus memperkuat peran pemuda sebagai motor perubahan di daerah.