News Pelaihari – Jalan Protokol Pelaihari disekat selama pelaksanaan Expo Ramadhan 2026 guna mendukung kelancaran acara dan menjaga keamanan pengunjung. Pemerintah daerah bersama aparat kepolisian dan dinas perhubungan menyusun skema rekayasa lalu lintas agar arus kendaraan tetap terkendali.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/INILAH-kawasan-Palpalan-Pelaihari-yang-akan-kembali-dijadikan-tempat-Ramadan-Expo-2026.jpg)
Panitia Expo Ramadhan 2026 memilih Jalan Protokol sebagai pusat kegiatan karena lokasi tersebut strategis dan mudah dijangkau masyarakat. Namun, tingginya potensi kepadatan kendaraan mendorong aparat menerapkan sistem penyekatan di beberapa titik utama. Petugas akan mengarahkan kendaraan pribadi dan angkutan umum ke jalur alternatif yang telah ditentukan.
Dinas Perhubungan menetapkan sejumlah ruas jalan sebagai jalur pengalihan arus. Pengendara dari arah tertentu akan melintas melalui jalan lingkungan dan ruas sekunder untuk menghindari penumpukan di pusat kegiatan. Petugas juga menempatkan personel di persimpangan penting untuk memberikan arahan langsung kepada pengguna jalan.
Selain pengalihan arus, panitia menentukan beberapa titik parkir resmi bagi pengunjung. Mereka menyiapkan lahan parkir di area perkantoran, lapangan terbuka, dan sejumlah lokasi yang memiliki kapasitas memadai. Petugas parkir akan mengatur kendaraan secara tertib agar tidak mengganggu akses warga sekitar.
Kebijakan Jalan Protokol Pelaihari disekat ini bertujuan menciptakan kenyamanan selama Expo Ramadhan 2026 berlangsung. Aparat mengimbau masyarakat agar mematuhi rambu sementara dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Warga juga disarankan datang lebih awal atau menggunakan kendaraan roda dua untuk mengurangi kepadatan.
Melalui skema ini, pemerintah daerah ingin memastikan kegiatan berjalan lancar tanpa menimbulkan kemacetan panjang. Sinergi antara panitia, aparat, dan masyarakat menjadi kunci sukses penyelenggaraan Expo Ramadhan 2026 di Pelaihari.