News Pelaihari — Jejak gemilang kembali ditapaki Kariyati, guru SMAN 1 Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel). Ia terpilih mengikuti Training of Trainers (TOT) Program Penguatan Nilai Kebangsaan (PPNK) di Lemhannas RI, mewakili Kalsel bersama seorang dosen dari Banjarmasin. Prestasi ini menjadi kebanggaan sekaligus membawa nama baik sekolah dan daerah di level nasional.
:format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/antusias-mengikuti-jalan-sehat-dalam-rangka-Hari-Jadi-ke-60-Tala-Sabtu-2911-pagi.jpg)
Terpilih Lewat Seleksi Ketat
Kariyati menjadi satu dari sedikit pendidik di Indonesia yang lolos dalam program penguatan komitmen kebangsaan yang diselenggarakan Lemhannas RI. Seleksi peserta melibatkan penilaian rekam jejak, kompetensi pendidikan, keterlibatan dalam kegiatan kebangsaan, serta kemampuan kepemimpinan.
Baca Juga : Pemkab Balangan Sabet Dua Penghargaan di Ajang Peringatan HKN ke-61 Tingkat Provinsi Kalsel
Menurut pihak SMAN 1 Pelaihari, undangan dari Lemhannas merupakan bukti bahwa dedikasi Kariyati selama bertahun-tahun di dunia pendidikan telah mendapat pengakuan. Ia dikenal aktif dalam pengembangan karakter siswa, organisasi sekolah, serta berbagai pelatihan guru tingkat provinsi.
“Ini bukan hanya prestasi pribadi, tapi prestasi seluruh warga SMAN 1 Pelaihari. Kami bangga guru kami bisa tampil mewakili Kalsel,” ujar pihak manajemen sekolah.
Mewakili Kalsel Bersama Akademisi Banjarmasin
Dalam program TOT kali ini, Kalsel hanya mengirim dua peserta: satu dari unsur guru dan satu dari unsur dosen. Dari unsur akademisi, terpilih seorang dosen dari Banjarmasin yang juga memiliki rekam jejak kuat dalam penelitian kebangsaan dan pendidikan karakter.
Keduanya diharapkan membawa perspektif khas Kalimantan Selatan dalam forum nasional yang mempertemukan pendidik, akademisi, dan tokoh daerah dari seluruh Indonesia. Program PPNK ini sendiri bertujuan melahirkan para pelatih yang mampu menyebarkan nilai-nilai kebangsaan, wawasan nusantara, ketahanan nasional, serta kepemimpinan Pancasila ke daerah masing-masing.
Materi Penguatan Kebangsaan dan Kepemimpinan
TOT PPNK Lemhannas RI akan berlangsung beberapa hari di Jakarta dengan materi intensif, mencakup:
-
Pemantapan Wawasan Kebangsaan
-
Pengenalan Geopolitik Indonesia
-
Nilai-nilai Pancasila dan Pembudayaannya
-
Ketahanan Nasional
-
Strategi pembelajaran nilai kebangsaan
-
Pembentukan karakter kepemimpinan visioner
Selain teori, peserta juga akan mengikuti diskusi kelompok, studi kasus, hingga pelatihan metode mengajar agar mampu menjadi trainer setelah kembali ke daerah.
Kariyati mengaku bersyukur dan siap menjalani pelatihan ini. “Saya merasa terhormat dan akan memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kapasitas diri, lalu membagikannya kepada guru-guru dan siswa di sekolah,” ujarnya.
Diharapkan Jadi Penggerak di Kalsel
Usai pelatihan, peserta TOT diharapkan menjadi agen perubahan yang dapat mendorong penguatan nilai kebangsaan di lingkungan pendidikan maupun masyarakat. Pemerintah daerah juga diharapkan memberi ruang agar para peserta TOT bisa menerapkan ilmu yang didapat.
Prestasi ini menambah daftar capaian Kalimantan Selatan dalam dunia pendidikan. Kehadiran Kariyati di Lemhannas RI bukan hanya kebanggaan Tala, tetapi juga simbol bahwa guru daerah memiliki potensi besar untuk berkiprah di level nasional.