News Pelaihari — Hujan disertai angin kencang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan, pada Minggu (19/10/2025) sore. Peristiwa ini menyebabkan beberapa fasilitas warga mengalami kerusakan, termasuk tempat jemur kain sasirangan milik pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) di Kota Pelaihari yang porak-poranda akibat terpaan angin.

Kepala Pelaksana BPBD Tanah Laut, Hendra Wijaya, membenarkan adanya laporan kerusakan akibat cuaca ekstrem tersebut. “Angin kencang terjadi cukup tiba-tiba dan merusak beberapa fasilitas produksi milik IKM serta atap rumah warga. Kami langsung menurunkan tim untuk melakukan pendataan dan membantu evakuasi di lokasi terdampak,” ujarnya, Senin (20/10/2025).
Baca Juga :Gubernur Kalsel Batal Jadi Penumpang Penerbangan Perdana Banjarmasin–Kuala Lumpur, Ini Alasannya
IKM Sasirangan Rugi Jutaan Rupiah Akibat Tempat Produksi Rusak
Salah satu yang paling terdampak adalah kelompok IKM pembuat kain sasirangan di kawasan Jalan A. Yani, Pelaihari. Tempat jemur dan sebagian rangka bangunan yang digunakan untuk proses pengeringan kain rusak berat diterpa angin. Beberapa kain hasil produksi juga ikut terseret hingga ke jalan.
Siti Rahmah, salah satu pengrajin sasirangan, mengaku kerugian yang dialami mencapai jutaan rupiah. “Kain yang sudah hampir kering terbang semua, ada yang sobek dan kotor kena lumpur. Kami tidak sempat menyelamatkan karena angin datang sangat cepat,” katanya.
Meski demikian, para pengrajin berupaya untuk segera memperbaiki tempat produksi agar proses pembuatan kain tidak terhenti lama. Mereka berharap adanya dukungan dari pemerintah daerah untuk membantu pemulihan fasilitas usaha kecil yang terdampak bencana.
BPBD Imbau Warga Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem
BPBD Tanah Laut mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem beberapa hari ke depan. Berdasarkan prakiraan BMKG Stasiun Klimatologi Banjarbaru, wilayah Kalimantan Selatan masih berpotensi mengalami hujan lebat disertai angin kencang dan petir akibat peralihan musim kemarau ke penghujan.
“Kami minta warga yang beraktivitas di luar ruangan atau di area terbuka untuk berhati-hati. Pastikan juga struktur bangunan, tenda usaha, dan tempat produksi dalam kondisi aman,” tambah Hendra.
BPBD juga mengingatkan pelaku usaha kecil agar menyimpan barang produksi di tempat yang terlindung serta mengamankan bahan baku dari risiko kerusakan akibat air hujan.
Pemerintah Daerah Siapkan Bantuan dan Pendataan Cepat
Sementara itu, Dinas Koperasi, UKM, dan Perindustrian Kabupaten Tanah Laut menyatakan siap membantu proses pendataan kerugian yang dialami pelaku IKM sasirangan. Langkah cepat ini dilakukan untuk memastikan usaha kecil tetap bisa beroperasi pasca-bencana.
“Pemda akan berkoordinasi dengan BPBD untuk memberikan bantuan pemulihan bagi IKM terdampak,” ujar Kepala Dinas Koperasi dan UKM Tanah Laut, Rudi Hartono.
Cuaca ekstrem yang melanda Pelaihari menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan di sektor usaha kecil, terutama bagi pelaku industri tradisional seperti sasirangan yang sangat bergantung pada kondisi cuaca.









